Mahalnya Menjemput si Udin

August 14, 2011

Mengongkosi seorang buronan (baca: penjahat) pulang ke Indonesia memang tanggung jawab penegak hukum. Namun ketika disebut jumlahnya yang mencapai miliaran (Rp 4 miliar lebih), tentu ada rasa keadilan yang terganggu. Bagaimana tidak, biaya itu di mata masyarakat umum (paling nggak di mata saya) adalah jumlah yang sangat buesaarrr.

Kalau dihitung matematis dana sebesar itu bisa untuk menyekolahkan 10.000 anak SD selama setahun (biaya BOS Rp400K/siswa/tahun), atau membangung lebih dari 20 gedung sekolah yang cukup baik (asumsinya Rp200jt/sklh) yang manfaatnya tentu sangat besar dan langsung dirasakan oleh mayarakat Indonesia. Lah ini, Rp4 miliar cuma buat ongkos pulang, dan yang diongkosi adalah penjahat pula. Hmmmm #gelenggelengkepala.

Sudah begitu, beberapa tokoh masyarakat dengan entengnya mengatakan bahwa biaya sebesar itu adalah wajar dan murah, setidaknya begitu yang saya tangkap dari sorotan media masa. Semakin dongkol saya dibuatnya.

Tapi mungkin hipotesis saya di atas dilandasi atas keterbatasan saya terhadap informasi yang menyeluruh. Analisis yang sebelumnya sudah dilandasi rasa benci terhadap Nazarudin (ini juga akibat informasi media) karena mengkorupsi uang rakyat, mengakibatkan segala tindakan si udin itu pasti aja salah. Seakan tidak perduli dengan segala daya upaya yang sudah dilakukan aparat penegak hukum (sy khusnuzhon ni) untuk menyeret koruptor ini ke Indonesia untuk diadili.

Jadi untuk setiap isu yang berkembang (pas saya ngeh) saya coba ikhtiar mencari informasi lebih lengkap sebatas kemampuan saya. Khusus untuk kasus dengan judul di atas, ini kesimpulan saya:

  1. Proses pemulangan buronan memang tanggung jawab penegak hukum, jadi mereka yang harus bayar transportnya. Penjahat mana mau disuruh pulang sendiri.
  2. Bukan salah aparatnya kalo buronan itu lari ke Kolombia (sy singkirin dl teori konspirasi ya), jadi proses pulangnya lebih ribet dan mahal. Coba kalo larinya ke puncak aja, pasti cuma butuh bis doang buat jemputnya.
  3. Pake pesawat charter untuk kasus kayak gini oke lah. Tapi kenapa harus pake Gulftream yang memang untuk VIP dan terkenal mahal? Mungkin mikirnya mau cepet aja kali, harus cari pesawat charter dalam waktu singkat, yang kepikir cuma Gulfstream aja. Biar mahal asal dapet.
  4. Pak Joko bilang sewa Gulfstream itu US$7000-8000/flighthour. Type yang paling mahal kali. Karena di situsnya, kalo yang reguler “cuma” US$5000-an/flighthour.
  5. Media kasih info-nya sepotong-sepotong dan cenderung tendensius karena berita harus menjual. ni pendapat saya loh. Jadinya masyarakat antipati duluan.

Itu dia dulu, analisa amatiran. Ga perlu setuju seratus persen sama pendapat saya di atas. Namanya juga nge-blog :)

 

Selamat Aktif Kembali

August 12, 2011

Alhamdulillah, blog ini bisa aktif kembali. Sudah lebih dari 4 tahun ditinggalin, kangen banget rasanya. Mudah-udahan bisa lebih rajin lagi ngeblog-nya.

3 Hari Tak Pulang

December 19, 2007

Fatah pasti lagi menangis
Maklum bayi, kerjanya memang begitu
Bundanya pasti lagi repot abis
Maaf sayang, aku tak bisa membantu

Untung Nadia sudah mengerti
Mungkin karena sudah biasa di tinggal pergi
Katanya, “Boleh pergi deh Yah, asal janji”
Bawa oleh-oleh yang banyak saat pulang nanti

Tiga hari ini memang aku tak kan pulang
Bukan untuk menyimpang
Apalagi bersenang-senang
Semua ini untuk kalian juga sayang…

Bandung, 15 Des 2007

Sakit Hati Sama Polisi

December 6, 2007

Ini ibaratnya sudah jatuh terus tertimpa tangga yang berat banget. Sudah dapat musibah yang hampir merenggut nyawa, masih harus bayar ke polisi karena polisinya nakut-nakutin sambil ngancam segala. Based on true story which was experiented by my sister in law and her family. Read the rest of this entry »

Fixing Broken XP on Mup.sys

December 5, 2007

Pagi itu anda ingin menggunakan komputer. Proses booting dimulai, logo Windows XP muncul, tunggu … tunggu … tunggu … pet!!! tiba-tiba komputer mati dan nge-restart sendiri. Anda penasaran dan mengulangi dari awal tapi kejadian yang sama terus terjadi. Terus coba booting lewat safe mode biar keliatan prosesnya, ternyata proses berhenti dan restart saat windows loading file mup.sys. Walah… kenapa ya?

Read the rest of this entry »

Wanted: Kompor Gas

December 4, 2007

kompor1.jpgSudah beberapa bulan ini gua kebingungan mencari kompor gas. Aneh ya, padahal kompor gas yang jual kan bejibun. Tapi ya itu, kompor gas ini bukan kompor gas biasa. Ini kompor gas pesanan mertua. Read the rest of this entry »

Di Bawah Ancaman Anakku (Jangan marah)

September 20, 2007

Baca judulnya pasti serem duluan deh. Terus langsung keingetan judul salah satu episode sinetron “Oh Mama Oh Papa” yang pernah ngetren di ANTV, atau sinetron religi yang sampai sekarang nggak habis-habis diputar di TV (padahal sudah bosen banget sampai nggak pernah nonoton lagi). Bayangannya, itu anak durhaka betul sampai berani-berani mengancam orang tuanya.

Tapi, kejadian yang saya alami ini sungguh menyenangkan hati. Tidak disangka, di bawah ancaman anakku kali ini justru membuat saya bahagia. Ini kejadian betul. Iya betul, anak saya -Nadia Zayyana Arifin (4th)- benar-benar mengancam saya dengan serius (kelihatannya). —- Insya Allah di posting mendatang saya tulis siapa sesungguhnya Nadia :) —–

Ayah jangan suka marah ya. Kalau ayah marah, nanti Ia (Nadia menyebut dirinya Ia) doain. La taghdob Walakal Jannah, ” ujarnya dengan mimik serius. Lalu dari bibir mungil itu meluncur lagi penjelasan dari apa yang diucapnya barusan. “Jangan marah, bagimu syurga (HR Bukhori),” katanya. Alhamdulillah, kataku dalam hati.

Ternyata ‘ancamannya” itu adalah hadist hafalan barunya dari sekolah. Oh ya, Nadia sekolah di TK Islam, Daar el Salam namanya. Memang sudah cita-cita saya menyekolahkan putri saya itu di sekolah Islam. Alasannya nggak muluk-muluk, salah satunya karena sudah dikenalkan sejak dini nilai-nilai agama kepada anak kita.

Kenapa Nadia jadi “mengancam” kayak gitu, apa benar saya suka marah-marah?. He.. he.. Insya Allah ngga lah. Saya yakin Nadia bukan hendak “mengancam” dalah arti harfiah. Tapi dia hanya mau pamer hapalannya dan saya juga nggak suka marah-marah.

Saya sebelumnya juga nggak tau soal hadist itu, tapi saya memang mencoba untuk tidak marah-marah. Marah-marah itu nggak enak. Coba deh. Udah cape, bikin sakit hati, udah gitu orang yang kita marahin juga pasti sakit hati sama kita. Jadi apa untungnya marah-marah? hampir nggak ada.

Tapi saya nggak bilang bahwa marah itu nggak perlu lho. Mungkin dalam situasi dan kepentingan tertenu, marah juga diperlukan. Cara marah juga bisa jadi pembeda mana marah yang berguna, dan mana marah yang nggak guna. Saya mencoba untuk marah (kalau memang perlu) dengan cara yang tidak menyakitkan hati, tapi justru timbul kesadaran agar yang saya marahi itu tau apa yang salah. (Sory nggak ada maksud mengurui siapapun, tapi itu memang cara saya).

Satu lagi soal marah, jangan pernah langsung membantah orang yang sedang memarahi kita. Entah yang marah orang tua, pasangan, saudara, pimpinan, atau siapa saja. Hampir pasti, orang yang kita bantah itu malah tambah marah bukannya tambah adem. Dengerin dulu apa isi marahnya itu, cerna baik-baik. nanti kalau kelihatan marahnya sudah reda, baru kita marahin balik :) Nggak deng, maksudnya kita klarifikasikan kalau kita memang punya alasan tertentu.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

September 25, 2006

Alhamdulillah.. Rasanya tiada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan rasa syukur ini saat diizinkan Allah untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan. Betapa tidak, jasad yang penuh dosa ini masih dipercaya Allah untuk bisa membersihkan diri dalam bulan yang penuh ampunan ini.

Ah.. betapa beruntungnya saya masih diberi umur untuk beribadah puasa lagi. Suatu kesenangan yang tiada tara,  mengingat betapa diri ini sungguh membutuhkan Ramadhan dengan segala limpahan rahmat Allah di dalamnya. Apalagi jika diingat-ingat, ibadah hamba Allah yang lemah ini masih sangat jauh dari memadai. Ya Allah.. tiada hamba meragukan, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allahumma sholli a’la sayidinaa Muhammad, wa a’la aali sayyidina Muhammad. Shlawat dan salam semoga Engkau selalu limpahkan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, kepada sahabat-sahabatnya, kepada para pengikutnya, dan semoga kita termasuk di dalamnya.

Robbigfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayani shogiroo. Ya Allah, izinkanlah hamba, di tengah rasa syukur ini, untuk mendoakan orang tua hamba. Ampunillah dosa mereka, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba di waktu kecil. Tak kan cukup rasanya, apa yang ada di dunia ini, untuk menggantikan jasa-jasa mereka dalam merawat diri hamba selama ini. Hanya Kasih dan Sayang-Mu lah yang hamba mohon kan untuk orang tua hamba. Semoga Engkau jadikan orang tua hamba menjadi manusia yang khusnul khotimah. Amiin.

Robbanaa hablana min azwazinaa wadzurriyatina kurrota a’yun lil muttaqina imaama. Ya Allah, ampunilah juga istri dan keturunan hamba. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Ya Allah, limpahkan juga kepada keluarga dan saudara-saudara seiman yang sudah tiada, ampunan-Mu yang sangat mereka dambakan. Kepada mereka yang tengah dirundung sakit, hamba mohon Engkau sehatkan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Kepada umat Islam di mana saja berada, saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Semoga kita dapatkan hasil yang kita idamkan, menjadi orang yang bertakwa.

Atas segala niatan yang baik ini, marilah bacakan suratul Fatihah. Semoga Allah mengabulkan doa kita semua. Alfaatihah…

Sulap, Palsu, dan Paranormal

September 18, 2006

Awalnya karena tidur siang terlalu lama, akibatnya mata ini nggak mau merem meski jam sudah hampir menunjuk ke angka 12 tengah malam. Cetrak-cetrek remote control TV, nggak sengaja mampir ke lobal TV. Kebetulan Alford yang lagi bawain acara. Dari sini tulisan ini diangkat, dari kata-kata yang diucapkan Alford saat akan menutup acara. Kira-kira begini. “…Sulap itu Palsu, lihat saja kalau huruf-hurufnya dibalik. SULAP jadi PALSU…”

Sepintas sih iya, tapi sebenarnya Alford kurang tepat juga. Karena kalau mau lebih teliti, SULAP dibalik hurufnya jadi PALUS, bukan PALSU. (Tuh iya kan, apa ente termasuk yang nggak cermat juga?…he.. he.. )  Tapi intinya, kata Alford, jangan percaya begitu saja dengan apa yang anda saksikan dalam permainan sulap, karena sesungguhnya kenyataan yang anda lihat dalam sulap itu kebanyakan palsu. (Ada juga yang bilang bahwa sulap itu akronim dari Palsu dan Gelap, meski itu hanya bisa-bisanya dia aja khan.)

Dasar kurang kerjaan, besoknya langsung surfing di google pakai keyword “sulap palsu”, tapi yang didapat malah situsnya paranormal. Ternyata sudah banyak banget paranormal yang menggunakan media internet untuk memasarkan bisnisnya. (zayyana… kemana aja loe..). Rupanya paranormal juga sadar bahwa media ini bisa menjangkau lebih banyak klien dari berbagai kalangan. Sudah begitu dengan fasilitas ‘pengobatan jarak jauh’, sang paranormal bisa menjaring kliennya yang ‘munafik’ (malu kalau datang langsung ke paranormal, tapi sebenarnya percaya juga dan butuh).

Geli juga dengan untaian rayuan gombal yang disajikan oleh paranormal dalam situsnya masing-masing dengan berbagai jurus sakti yang judulnya aneh-aneh itu (mustika sakti, stiker tolak bala, stiker anti santet, ilmu kebal dll). Apalagi yang isinya jurus untuk mendatangkan rezeki. (aneh kan, kalau dia bisa jurus bawa rezeki, kenapa dia masih buka praktek paranormalnya, pake aja sendiri jurus itu biar kaya raya). TAPI yang lebih menggelikan lagi, ternyata bayak juga pengunjung yang percaya beginian (ini menurut gua loh, ente sih terserah)

Aniway…. ada satu situs paranormal yang akhirnya menarik perhatian. Bukan lantaran akhirnya gua percaya paranormal, tapi karena isinya justru membeberkan kebobrokan dari paranormal itu. Gua enggak tau apa dia juga sedang membual apa nggak, tapi yang jelas di situs yang katanya ditulis oleh mantan paranormal ini isinya jadi masuk akal. Dia nerangin bagaimana paranormal adalah manusia biasa juga, yang mengambil manfaat dari manusia bodoh yang tipis iman, serakah, dan percaya begitu saja dengan bualan dari paranormal.

Silakan liat sendiri isinya di sini http://paranormalsakti.freehomepage.com/index.html (Peringatan: Situs ini ada popup windowsnya, so pakai browser yang ada popup blokernya ya..)

Hari gini masih percaya sama paranormal….. :)

Bismillah

September 15, 2006

Akhirnya blog ini telahir juga.. Alhamdulillah. Sudah lama memang mau bikin blog, perlu banget supaya tulisan (meski ga banyak yang penting) nggak tercecer ke mana-mana. Tapi ya itu, alasannya klasih. Nggak ada waktulah, nggak sempat lah, dll dll.

Semua memang perlu diniatin. Oh ya, ngomong-nomong soal niat, ayah gua pernah kasih wejangan. Niat itu adalah ditanamkan dalam hati, dan dimulai dengan satu perbuatan. So, kalo cuman ada maunya doang, tapi nggak mulai melakukan sesuatu, bukan niat namanya. Baru keinginan aja namanya. Ya udah deh, blog ini dimulai aja. BISMILLAH…


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.